Saturday 16 July 2016

2-3. Chant, Prajurit, dan Siang yang Berisik

Satou di sini. Mengayunkan tongkat pendek, daripada magician aku merasa seperti konduktor.

Skill konduktor tidak muncul. Aku sedikit kecewa, Satou.

Flag harem sepertinya masih jauh.




Setelah aku kembali ke hotel, aku taruh set alchemy-nya.

Aku ingin menaruhnya di <<Thirty Holding Bag>>, tapi menurut Nadi-san saat tur, barang itu populer di antara orang kaya pada era raja leluhur Yamato, tetapi, pada zaman sekarang itu hanya bisa didapatkan oleh tentara, bangsawan tingkat tinggi, atau pedagang yang sangat makmur.

Karena itu, aku tidak bisa menggunakannya sembarangan. Bukan masalah kalau ada pencuri yang mengincarnya, tapi kalau bangsawan itu bisa jadi mustahil untuk berkeliling kota ini.

Mengikuti instruksi dari Nadi-san kemarin, aku isi penuh ember dengan air dari Hell Water Jug. Aku celupkan sebuah kain ke dalam air lalu memerasnya. Aku keluarkan panci yang aku beli kemarin dan meletakan kainnya di sana.

Oke, persiapan selesai!

Waktunya chant Dry!

“Lu lula la li lu... la?

Walaupun aku bisa membacanya, aku tidak bisa mengucapkannya! Apa aku perlu membaca 100 karakter dalam satu menit dengan cepat?

Permainan mustahil apa ini?

Lalu, aku lanjutkan berlatih chant sambil merasa kecil hati tapi pada akhirnya aku tidak bisa. Kain akan kering walaupun tanpa magic, tapi aku tidak senang sama sekali dengan ini.

“Oke! Waktunya minta tolong!!”

Aku bangun sambil mengepalkan tangan!
Saat dalam masalah ingat Nadi-san! Ayo minta nasihat dari Nadi-san.

“Nadiemo~n, tolong doo~ng.”

Walaupun merasa seperti bergantung pada jerami, aku pergi ke Guild Pekerja.

..Tapi sayangnya, Nadi-san tidak ada.





Karena Nadi-san tidak kembali sampai malam, aku pergi ke toko buku di distrik pusat. Harusnya ada buku lain tentang Life Magic selain yang aku beli.

Di tengah jalan, aku dipanggil ke toko baju. Rupanya, pesanan aku sudah jadi lebih awal.

Mungkin penjaga toko ingat saat aku bilang kalau aku tidak punya baju ganti, jadi pesanannya dipercepat.

Aku terima saja setelah memberikan mereka masalah.

“Itu benar-benar cocok untukmu.”
“Iya, kamu terlihat seperti pewaris perusahaan besar atau seorang bangsawan.”

Penjaga toko dan istrinya memujiku dengan berlebihan.

Untuk mengkonfirmasi ukurannya, aku berpose di depan cermin.
Tapi bukannya ini lebih baik dari contoh waktu itu? Bukan, ini bukan memuji diri sendiri.

“Iya, dan ini lebih baik dari contoh.”
“Iya benar! Karena ini pesanan cepat, aku meminta kepada penjahit yang berbeda dari biasa, tapi garis dan jahitan ini sangat bagus! Benar-benar~ terima kasih pada pembeli, aku menemukan penjahit yang bagus.”

Bagaimana ya, aku merasa harus minta maaf.
Setelah sebanyak ini, aku lipat baju aku yang tadi dan gunakan yang ini sekarang.





Saat aku pergi ke gerbang aku diminta untuk menunjukkan kartu IDE. Menurut penjaga gerbang, sepertinya ada beberapa pencuri yang masuk setelah kejadian kemarin, jadi sekarang harus memperlihatkan kartu ID.

Di alun-alun, kebanyakan toko di sepanjang jalan sudah buka. Karena sebagian besar pertarungan terjadi di depan gerbang istana, selain beberapa toko yang tidak beruntung, kebanyakan tidak tersentuh.

Aku membeli daun teh di toko spesialis menghadap alun-alun yang ditunjukkan oleh Nadi-san kemarin, aku juga membeli beberapa bumbu <TLN:Spices, bisa rempah-rempah juga> di toko bumbu.

Di toko makanan mewah aku beli nasi, miso, kecap. Seperti yang aku bilang, kenapa fantasi ini-(disingkat)?
<TLN: Mungkin maksudnya dipotong di situ.>

Di depan kedai di alun-alun, seorang penyair menyanyikan puisi tentang iblis yang kemarin dan para ksatria dengan penuh rasa kenyataan.

...Bukankah topeng perak misterius adalah anak haram dari Earl? Lagu seperti itu dinyanyikan. Topeng itu sebenarnya kaleng tapi sudah naik pangkat jadi perak.
torablue.blogspot.com
Karena aku lumayan menikmatinya, aku memberinya sebuah koin perak. ...Aku sedikit malu tapi!

Untuk ke toko buku saja butuh berapa kali singgah ini?





“Satou-san, terima kasih banyak untuk kemarin!”

Semone-san menyapaku dengan senyum di dalam toko buku. Rupanya, hari ini adalah gilirannya untuk jaga toko.

“Halo Semone-san. Bagaimana kondisi kakek?”

“Iya, dia sudah disembuhkan dengan magic, tapi karena dia sudah tua, nenek aku merawatnya untuk istirahat 2-3 hari.”

Kakek, kamu dapat cucu yang baik, aku iri.

Aku bergosip hal-hal kecil untuk basa-basi sebelum topik sebenarnya.

“Kamu mencari buku tentang cara berlatih chant untuk Life Magic?”

“Iya, aku bisa mengerti penjelasan di buku yang aku beli sebelumnya, tapi aku tidak bisa chant-nya...”

“Umm, Satou-san, Life Magic itu lumayan mudah diingat, tapi biasanya butuh 3-5 tahun untuk menguasainya. Apalagi, walau dengan latihan sebanyak itu, 80% orang biasanya berakhir gagal.”

Tapi aku dapat skillnya setelah menerima Life Magic sekali? Namanya juga cheat... <TLN: Curang.>

“Umm, walaupun kamu sudah punya skill Life Magic dari awal, orang yang bisa mengingat chant-nya itu...”

Mari dengar lagian tidak ada salahnya juga.

“Orang yang punya gift? Ya, ada orang yang berasal dari garis keturunan keluarga magician mempunyai skill magic dari lahir, tapi orang seperti itu biasanya punya anggota keluarga yang bisa menggunakan magic...”

Tidak perlu belajar dari buku... itu yang mau dia bilang, eh.

Mau bagaimana lagi, aku hanya beli buku tentang latihan vokal dan akting. Ayo mulai tingkatkan kelancaran bicara aku.





Toko magic yang menghadap ke jalan utama ditutupi dengan sesuatu yang terlihat seperti terpal. Tokonya tutup seperti yang aku kira.

“Halo, onii-san yang lincah”

Saat menengok, di sana, seorang gadis menggunakan baju one-piece yang polos tapi elegan sedikit membungkukkan badannya dan melihat aku dengan mata yang melirik ke atas. Dengan badan langsing dan rambut bob lurus yang panjang, dia gadis cantik yang mempesona.

“Halo heishi-san <TLN: heishi=prajurit>, kamu menggunakan pakaian yang bagus hari ini.”

>[Mendapatkan Skill Lip Service]

Tolong jangan potong omongan aku...

“Ehehe~, karena kami jarang istirahat, tidak ada banyak kesempatan untuk memakainya~”

“Tentang kemarin, apa tulang retaknya sudah sembuh?”

“Iya! Aku mau bilang begitu, tapi tempat yang tadinya retak teradang masih sakit jadi aku mau pergi ke kuil.”

Untuk memastikan, dia adalah prajurit yang aku selamatkan dari pohon kemarin.

“Kamu tidak bisa menyembuhkan diri sendiri?”

“Tidak ada penyembuhan di Wind Magic tahu.”

Begitu, setiap elemen ada kelebihannya masing-masing.

“Ah~ Zena lagi berburu cowo~~!!”
“Oh, iya benar, mengabaikan mukanya, dia pakai baju bagus, apalagi, dia lebih muda! Kamu hebat Zena!”
“Kalian, jangan ejek dia. Walaupun dia late bloomer <TLN: biasanya panggilan buat orang yang telat jatuh cinta.>, dia bekerja keras, kita lihat dia saja dengan hangat.”

Apakah mereka teman heishi-san? Beberapa gadis sedang berdiri di depan pintu masuk toko sambil berbisik-bisik. Ada hinaan tercampur oi.
Nama heishi-san itu Zena eh, nama yang bagus.

Zena-san membuka-tutup mulutnya tanpa suara dengan wajah yang merah. Reaksinya imut~

“I, ini salah paham. Aku cuma berterima kasih karena dia menyelamatkan aku kemarin.”

Ketiga gadis terdiam setelah mendengar itu.

“Maksudnya menyelamatkan, jangan-jangan!!”
“Yuusha-sama bertopeng perak itu!?” <TLN: yuusha=hero=pahlawan>
“Ngga mungkin! Dia menggunakan palu besar dan kapak dua tangan bersama-sama tahu? Cowo yang terlihat lemah ini ga mungkin bisa.”

“Engga... bukan itu.”
Kata-kata Zena-san tidak didengar mereka.

“Tapi bukannya tingginya sama?”
“Warna rambutnya beda kan? Orang itu pirang.”
“Dan dia ngga pakai topeng.”

“Mou, dengerin!”
Zena-san teriak dengan sepenuh hati!
Ketiga gadis akhirnya memperhatikannya.

“Dia membawa aku yang tidak bisa gerak karena luka ke pos penyembuhan kemarin!”
torablue.blogspot.com
“Ah, maksudnya [[menyelamatkan aku]] yang seperti itu.”
“Tapi, ini juga kesempatan emas!”
“Jangan samain dia sama kamu, Zena ga punya banyak siasat.”

Yep, ini berisik. Ini buat Zena untuk ikut campur. Ketiganya seperti menyemangati dia tanpa kebencian atau sarkasme, mungkin mereka menyayanginya.
Mungkin ini waktu yang tepat untuk menyela.

“Senang bertemu denganmu, aku Satou, pedagang. Aku berencana tinggal di kota ini sementara, senang berkenalan dengan kalian.”

“Onii-san, kamu benar-benar bukan pacar Zena-cchi?”

“Saya baru bertemu dia kemarin. Lagi pula, aku baru tahu namanya setelah kalian memanggilnya.”

“Tapi tapi, untuk Zena pakai rok dan pergi kencan!”
“Ini bukan kencan.”
“Tapi kamu ga pernah pakai rok sebelumnya, bahkan saat liburan.”

Zena-san dan ketiga gadis yang terlihat seumuran mengobrol dengan semangat.

“Saya mau kamu kencan sama Zena-san. Anak ini, walaupun murnya segitu, tidak pernah berjalan dengan lawan jenis, apalagi pacar.”
“Yep, walaupun dia bangsawan yang hancur tanpa harta atau status, dia gadis yang baik. Dia dadanya rata tapi dia pengguna angin yang bagus dengan masa depan menjanjikan sebagai seorang prajurit.”

Kedua gadis lainnya juga merekomendasikan Zena-san.
Aku suka kepribadiannya. Dalam 5 tahun, setelah dia jadi lebih dewasa, aku mau mendekatinya~
Zena-san berhenti bertengkar dan kembali ke sini.

“Kami ngga hancur!! Adik laki-laki aku mewarisinya dengan baik. Walaupun benar kalau kami tidak punya harta atau status di pemerintahan...”
Jadi Zena-san itu bangsawan tingkat rendah.
....Dia tidak menyangkal tentang dada rata.

“Ayo berhenti bermain-main dengan Zena-san dan kembali ke istana. Kalau kita terlambat untuk shift, latihan spesial komandan menunggu.”
“Sa~mpa~i na~nti~, Zena-cchi. Nanti ceritain kejadian lengkapnya yaa~”
“Zena, tembus dengan daya tarik dan ketidakberdayaan <TLN: Sex appeal and defenselessness. Bingung terjemahinnya gimana.>. Tunjukkan semangatmu!”

Ketiga gadis kembali dengan segan.
Zena-san merasa lega sambil terlihat malu.

Hmm? Satu gadis kembali ke sini dan memberi Zena-san sesuatu.
Zena-san pada awalnya terlihat bingung, tapi setelah dia mengerti apa yang diberikan, wajahnya memerah. Mungkin mengharapkan reaksi seperti ini, gadis itu kembali ke teman-temannya sambil berkata “Semoga beruntu~ng”.

Zena-san diam-diam menyimpannya ke dalam kantong, dan aku tidak ingin menanyakannya. Karena aku sudah dewasa, yep.


PREV | TOC | NEXT